SMA Muhammadiyah 1 Weleri

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal

Training Motivation

Penghujung februari 2009 adalah hari yang bersejarah bagi guru dan karyawan di SMA Muhammadiyah 1 Weleri. Pasalnya untuk kali pertama dalam kurun waktu beberapa tahun ini sekolah kehadiran pejabat di lingkungan Pemkab Kendal. Sabtu, 28 Februari 2009 berlangsung pembinaan dan pemberian motivasi untuk guru dan karwayan di SMA Muhammadiyah 1 Weleri oleh Drs. Utomo, M.Pd Kabid Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Kendal dan Sunarto, S.Pd., M.Pd. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 dibuka oleh Ketua Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Kendal dan dilanjutkan dengan pembinaan dan pemberian motiwasi oleh Pak Utomo. Dalam pengarahannya beliau memberikan beberapa trik dalam mensiasati Ujian Nasional mendatang. . Acara kemudian dilanjutkan dengan Motivation Training oleh Pak Narto. Selama lebih dari 4 jam pak Narto memandu training motivasi. Guru dan karyawan yang sebagian adalah bapak/ibu yang sudah paruh baya terlibat aktif menyanyi, menari, bermain, bahlan menangis bersama. Sebuah kebersamaan yang selama ini tidak pernah tersentuh. Kegiatan ini sepertinya juga mengukuhkan komitmen sekolah untuk semakin baik melayani siswa dengan memberikan energi positif kepada siswa. Beberapa guru bahkan berharap agar siswa juga mendapat bagian dalam motivation training ini untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa menjelang Ujian Nasional

4 Maret 2009 Ditulis oleh smamuhiweleri | Berita Umum | | No Comments Yet

Banjir

Hujan beberapa hari di Weleri dan sekitarnya menyebabkan meluapnya sungai di sebelah barat SMA Muhammadiyah Weleri.

Ahad, 8 februari 2009 banjir melanda sekolah dan sekitarnya.
Berikut adalah beberapa dokumentasi suasana dan keadaan sekolah ketika dilanda banjir yang di dokumentasi mulai jam 7.00 WIB. Banjir mulai surut sekitar jam 10.00 wib

banjir-dilihat-dari-atas-4banjir-di-ruang-kelas-xii-1banjir-di-jalan-depan-sekolahbanjir-di-halaman-5banjir-di-jalan-masuk

9 Februari 2009 Ditulis oleh smamuhiweleri | Berita Umum | | No Comments Yet

39 Tahun SMA Muhammadiyah 1 Weleri

Puji dan syukur ke Hadirat Allah SWT yang telah memberi karunia luar biasa hingga beberapa hari lagi SMA Muhammadiyah 1 Weleri akan memperingati Ulang Tahunnya yang ke-39. Perjalanan panjang selama 39 tahun telah memberi aneka corak warna dalam sebuah sekolah.
39 Tahun bukan waktu yang pendek bagi usia sebuah sekolah. Di tengah persaingan antar sekolah yang semakin ketat, mestinya modal 39 tahun dapat menjadi bekal dan pengalaman dalam menghadapi persaingan ini. Terlebih di Kabupaten Kendal ini, SMA Muhammadiyah 1 Weleri adalah sekolah swasta tertua. Sekolah tertua kedua setelah SMA N 1 Kendal.
Hari-hari panjang mengarungi 39 tahun bukan tanpa aral. Pun juga tanpa prestasi. Segudang prestasi pernah ditoreh. Mulai dari olah raga, seni sampai akademis. Dari lokal hingga nasional. Semua itu menjadi bukti dan saksi bahwa SMA Muhammadiyah 1 Weleri pernah berjaya.
Pada masa keemasan tahun 80an sekolah ini pernah memiliki 7 rombongan belajar. Padahal saat itu minat dan motivasi untuk sekolah masih belum sebesar sekarang.
Saat ini, tahun ini, di kala menapaki usia ke-39, SMA Muhammadiyah 1 Weleri justru telah dililit persoalan besar. Persoalan yang timbul justru karena label sekolah tua, sekolah besar. Mereka yang pernah berjasa mengantarkan sekolah ini meraih masa keemasannya di era tahun 80-an dan 90-an mestinya saat ini sudah harus duduk manis melihat para muridnya dulu berkreasi sesuai perkembangan jaman untuk memajukan sekolah.
Saat ini SMA telah dianaktirikan oleh pemerintah yang di setiap kesempatan selalu mendengungkan SMK. Tapi itu bukan alasan untuk menerima kenyataan bila saat ini sekolah ini hanya tinggal punya 3 rombongan belajar. Pada kenyataannya masih banyak SMA yang masih kebanjiran murid. Tidak sedikit sekolah swasta yang semakin tua justru semakin matang.
5 januari 2009 adalah momentum yang sangat tepat untuk melakukan introspeksi, menata diri untuk melangkah lebih baik. Saat yang tepat ini akan dimanfaatkan dengan mengundang para Kepala SMP / MTs Muhammadiyah, para pimpinan ranting dan cabang di weleri dan sekitarnya untuk diberikan paparan bahwa SMA ini sekarang bersiap untuk berubah. 6 bulan kepemimpinan Kepala SMA yang baru, Bapak Sinwan yang juga merupakan alumni sekolah ini mengikrarkan diri untuk berubah lebih baik. Bahkan dengan lugas dan berani menyatakan untuk Menuju Sekolah Unggul.
Gaung perubahan sekolah ini akan terus digemakan untuk menuju sekolah unggul. Meskipun bukan tanpa aral, namun dengan segenap komitmen dan tekad, keinginan itu harus terwujud.
Diawali dengan tasyakuran pada 5 januari 2009, rangkaiang kegiatan Ulang Tahun akan dilanjutkan dengan berbagai lomba. Diantaranya adalah lomba mapel (matematika dan science), bercerita menggunakan bahasa inggris, lomba band, pertandingan bola volley dan sepak takraw untuk siswa SMP negeri dan swasta di kabupaten kendal dan sekitarnya. Selain berhadiah uang, lomba ini juga diharapkan akan menjaring bibit unggul dari SMP yang kelak jika mereka melanjutkan di SMA Muhammadiyah 1 Weleri ini akan mendapat beasiswa.
Semoga momentum perubahan ini dapat menginspirasi semua pihak untuk memperbaiki diri.
Dirgahayu ke-39 SMA Muhammadiyah 1 Weleri
Kita Bangun Kebersamaan Menuju Sekolah Unggul

5 januari 1970

5 januari 1970


5 januari 2009

5 januari 2009

1 Januari 2009 Ditulis oleh smamuhiweleri | Berita Umum | | 1 Komentar

Laskar Pelangi Bukan Hanya Milik Muhammadiyah, Diputar Serentak 25 September

Jakarta – Menurut Putut Widjanarko, produser film Laskar Pelangi, film yang berlatarbelakang SD Muhammadiyah Gantong di Belitong ini akan menjadi film yang diterima masyarakat luas, baik warga Muhammadiyah sendiri maupun masyarakat lain, termasuk juga non muslim. Putut menyatakan dalam wawancara melalui telepon kepada muhammadiyah.or.id, Kamis sore (4/09/2008), bercermin dari sambutan masyarakat terhadap buku Laskar Pelangi selama ini, film yang siap diluncurkan serentak tanggal 25 September 2008 ini akan diterima masyarakat luas karena nilai-nilai kebaikan yang tergambar dalam film ini tidak saja menjadi milik warga Muhammadiyah semata.

“Saya yakin film ini tidak akan eksklusif Muhammadiyah,  walaupun film ini mengambarkan spirit orang-orang Muhammadiyah khususnya di pedalaman, termasuk tentang bagaimana mereka bersama-sama mendirikan sekolah untuk masyarakat dan kemudian dihibahkan kepada Muhammadiyah,” ungkap putut. “Karena nilai-nilai perjuangan, kegigihan untuk mendapatkan pendidikan, pengabdian dan sebagainya adalah nilai-nilai universal yang ada dalam laskar pelangi,” lanjutnya.

Putut  juga menyatakan bahwa Film ini akan punya implikasi sosial politik juga, karena selain menggambarkan bagaimana kegigihan seorang anak desa yang miskin berjuang mendapatkan pendidikan, pada saat yang sama film ini  akan menyadarkan kita bahwa masih perlu mengusahakan banyak hal dalam dunia pendidikan, seperti tidak meratanya kesempatan juga anggaran pemerintah yang masih perlu terus ditambah.

Vice President Operation Mizan Production yang dalam film Laskar Pelangi berkolaborasi dengan Mira Lesmana dari Miles Production ini yakin film ini akan laris dipasaran, bahkan karena segmen film ini adalah film keluarga akan lebih luas dibanding film terlaris sebelumnya, Ayat-Ayat Cinta karya Hanung Bramantyo yang bersegmen remaja dan dewasa. “Kalau sekeluarga ada bapak-ibu dan dua orang anak nonton semua sudah banyak kan?” terangnya.

16 September 2008 Ditulis oleh smamuhiweleri | Berita Umum | | 1 Komentar

Andrea : Guru Muhammadiyah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Sesungguhnya !

Bismillahirrahmaanirrahiim

Yogyakarta- “ Guru Guru Muhammadiyah adalah Pahlawan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Sesungguhnya !” demikian pernyataan Andrea Hirata dalam sambutan setelah bersama Ibu Muslimah menerima Penghargaan Aisyiyah 2007. “Karena guru guru Muhammadiyah adalah manusia manusia paling pemberani di negeri ini !” lanjut penulis Novel Best Seller Nasional Laskar Pelangi.

Dalam acara silaturahim Aisyiyah Ahad (11/11/2007) di Univ. Muhammadiyah Yogyakarta tersebut Andrea mengungkapkan bahwa dia bangga menjadi warga Muhammadiyah. ” Walaupun saya tidak memiliki kartu Muhammadiyah, Muhammadiyah sudah ada dalam hati saya sejak ibu Muslimah mengenalkan saya dengan Integritas” ungkapnya.

Lebih lanjut Alumni Universitas Sorbonne, Perancis tersebut mengungkapkan bahwa Aisyiyah dan Muhammadiyah perlu mendefinisikan kembali kredo pendidikan Muhammadiyah yang didasarkan kepada Integritas . “Seperti yang telah ditanamkan oleh Ibu Muslimah “ tegasnya. Karena menurutnya inilah kekuatan Muhammadiyah. “Dengan 168 Perguruan tinggi, ribuan sekolah SD, SMP dan SMA di seluruh Indonesia saya yakin Muhammadiyah bisa berbuat jauh lebih banyak “. “Bila Ibu Muslimah yg guru Desa dan saya yang anak desa disebut sebut bisa menginspirasi dunia pendidikan, bagaimana dengan pelaku 168 perguruan tinggi tersebut !” tegasnya disambut tepuk tangan seribuan hadirin yang datang.

Ibu Muslimah
Sebelum Andrea mengucapkan sambutannya, Ibu Muslimah berkesempatan berpidato dalam acara tersebut. Ibu guru sederhana tersebut dengan tenang mengucapkan terimakasihnya atas penghargaan yang diterima dan juga tidak lupa menyebut bahwa penghargaan ini juga untuk orang tua Andrea Hirata dan guru guru Andrea Hirata yang lain. “Saya mohon do’a restunya, kami berdua dapat menjaga nama baik kami dan dapat terus meningkatkatm dan berjuang meningkatkan prestasi pendidikan anak anak dalam berjuang membangun berbangsa dan bernegara” ucapnya.

Dalam akhir pidatonya, Ibu Muslimah yang saat itu ke Yogyakarta diantar kakak dan adiknya tak lupa mengucapkan harapan sederhananya dalam aktifitasnya di Aisyiyah Kecamatan Gantung, Belitong. “ Kami juga mohon do’a restu untuk mencari Donatur untuk memperbaiki TK Aisyiyah di Kecamatan gantung “ ungkapnya

16 September 2008 Ditulis oleh smamuhiweleri | Berita Umum | | No Comments Yet

Pelantikan KS

Rabu, 16 Juli 2008 akan dilangsungkan Pelantikan dan serah terima jabatan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Weleri. Pelantikan akan dilakukan oleh Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jawa Tengah. Selanjutnya akan dilakukan serah terima jabatan dari pejabat lama, Bapak Mugiyarto, S.Pd kepada pejabat baru Bapak Sinwan, S.Pd Ekop.
Menurut rencana, acara akan dilangsungkan di Kampus SMA Muhammadiyah 1 Weleri mulai jam 09.0 akan dihadiri oleh unsur Komite Sekolah, para Kepala sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal dan semua unsur sekolah.
Semoga pejabat baru kelak dapat membangun kembali kebesaran SMA ini meskipun saat ini sedang mengalami keterpurukan, amiin

14 Juli 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet

Hari Bermuhammadiyah Kendal

Hari ini, 27 april 2008 Wakil Bupati Kendal, Ibu Hj Siti Nurmarkesi berkesempatan mencanangkan pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di lokasi pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl Pahlawan Kendal, tepatnya di sebalah barat kantor Diparta Kendal.

Di hadapan sekitar 7000 warga Muhammadiyah, ibu wabup menyambut gembira atas dibangunnya Gedung Dakwah Muhammadiyah Kendal yang di dalamnya juga akan terdapat Kampus STI Muhammadiyah Kendal dan Akper Muhammadiyah Kendal. Selain itu akan dilengkapi juga dengan Muhammadiyah Trade Cente Kendal. Hal ini menurut Ketua Panitia pembangunan, Bapak Teguh Suhardi adalah untuk meneguhkan kembali semangat dan cita-cita KH Ahmad Dahlan yang selain pendiri Muhammadiyah juga merupakan saud
agar yang sangat sukses. Oleh karenanya Muhammadiyah dalam membangun Gedung Dakwah nanti tidak akan bergantung dari donatur kaya. “Kami tidak butuh orang kaya, tapi kami sangat butuh orang bloboh“, ungkapnya saat memberi sambutan

Pada Kesempatan itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal dalam sambutannya juga mencanangkan Hari ahad itu sebagai hari Bermuhammadiyah Kendal. Direncanakan setiap 3 bulan sekali akan diselanggarakan Hari Bermuhammadiyah dengan mengumpulkan semua kekuatan Muhammadiyah di semua lapisan sambil melihat perkembangan pembangunan gedung dakwah itu.

27 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet

Reuni……

Ada yang tidak biasa di hari sabtu yang lalu. Tepatnya tanggal 12 april 2008. Di tengah penyelenggaraan Ulangan Tengah semester bagi kelas X dan XI beredar undangan reuni yang diselenggarakan oleh para alumni SMA Muhammadiyah 1 Weleri

Di undangan itu tertera nama salah seorang pejabat penting di kabupaten ini yang sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan reuni itu. Tidak tahu pasti reuni itu dirancang kapan dan alumnus mana saja yang diundang. Lha wong saya yang tercatat sebagai alumni saja tidak mendapat undangan resmi.

Para guru dan karyawan diundang untuk bersama-sama hadir pada pertemuan itu yang rencanaya juga akan dihadiri oleh alumni yang menjadi anggota dewan di tingkat propinsi.

Hmmm….., sejak awal ada yang mencium bahwa reuni itu bernuansa politis, namun di awal acara aroma itu belum juga terendus. Sampai pada saat setelah kepala sekolah menyampaikan pidatonya, aroma politis itu akhirnya tercium juga.

Salah seorang pejabat penting di kabupaten ini minta restu dan dukungan dari teman-teman alumni serta para guru dan karyawan untuk maju sebagai “kendal 1″. Saat dimintai konfirmasi tentang hal itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Weleri secara politis menjawab, siapapun kita dukung, apalagi alumni kita, namun biarlah nanti rakyat yang menilai dan memilih. Sekolah sebagai sebuah institusi jelas tidak akan terjebak pada politik praktis dukung mendukung. Apalagi pemilihan bupati masih lama.

14 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet

Siswa Kelas XII Meninggal

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un

Sabtu, 22 maret 2008 sekitar jam 9 malam terjadi  sebuah kecelakaan di dekat SMK Muhammadiyah 3 Weleri yang menelan korban meninggal dan luka serius. Satu-satunya korban meninggal adalah siswa SMA Muhammadiyah 1 Weleri kelas XII IPS 2.

Korban adalah salah satu putra terbaik yang dimiliki sekolah dengan sejumlah prestasi dan kebanggaan. Dan peristiwa itu telah menggagalkan keikutsertaannya dalam Ujian nasional yang tinggal beberapa hari.

Segenap keluarga besar SMA Muhammadiyah 1Weleri turut berduka cita dan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Junanto. Semoga egala amal bainya mendapat ganjaran yang setimpal di sisi Allah yang Maha Penyayang, dan segala dosa dan kesalahannya mendapat ampunannya, amiin

24 Maret 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet

Dari Mas Kwarta

Tuhan 9 Centimeter

oleh: H. Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
mamnu’ut tadkhiin
, ya ustadz.
laa tasyrabud dukhaan
, ya ustadz.
kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i
.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. laa taqtuluu anfusakum.

min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi), daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. patutnya rokok diapakan?

tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith
.
mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

jadi ini PR untuk para ulama.
tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka. kini mereka berfikir.
biarkan mereka berfikir.
asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini

18 Maret 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet