SMA Muhammadiyah 1 Weleri

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal

Hari Bermuhammadiyah Kendal

Hari ini, 27 april 2008 Wakil Bupati Kendal, Ibu Hj Siti Nurmarkesi berkesempatan mencanangkan pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di lokasi pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl Pahlawan Kendal, tepatnya di sebalah barat kantor Diparta Kendal.

Di hadapan sekitar 7000 warga Muhammadiyah, ibu wabup menyambut gembira atas dibangunnya Gedung Dakwah Muhammadiyah Kendal yang di dalamnya juga akan terdapat Kampus STI Muhammadiyah Kendal dan Akper Muhammadiyah Kendal. Selain itu akan dilengkapi juga dengan Muhammadiyah Trade Cente Kendal. Hal ini menurut Ketua Panitia pembangunan, Bapak Teguh Suhardi adalah untuk meneguhkan kembali semangat dan cita-cita KH Ahmad Dahlan yang selain pendiri Muhammadiyah juga merupakan saud
agar yang sangat sukses. Oleh karenanya Muhammadiyah dalam membangun Gedung Dakwah nanti tidak akan bergantung dari donatur kaya. “Kami tidak butuh orang kaya, tapi kami sangat butuh orang bloboh“, ungkapnya saat memberi sambutan

Pada Kesempatan itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal dalam sambutannya juga mencanangkan Hari ahad itu sebagai hari Bermuhammadiyah Kendal. Direncanakan setiap 3 bulan sekali akan diselanggarakan Hari Bermuhammadiyah dengan mengumpulkan semua kekuatan Muhammadiyah di semua lapisan sambil melihat perkembangan pembangunan gedung dakwah itu.

27 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet

Ujian Sekolah

Setelah berkutat dengan ketegangan Ujian Nasional, maka selanjutnya siswa kelas XII sma muhammadiyah 1 weleri harus mengikuti ujian ciri khusus dari PW Muhammadiyah Jawa Tengah Majelis Dikdasmen tanggal 25 – 26 april ini.

Selanjutnya, 29 april – 10 mei akan dilakukan ujian praktik. Salah satu materi ujian praktik yang harus diikuti adalah TIK. Materi dan soal ujian praktik TIK dapat dilihat di email masing-masing siswa yang sudah tergabung di milis. Pengerjaan soal ujian praktik TIK tidak dibatasi ruang dan waktu, sehingga siswa dapat mengerjakan dari warnet manapun di seluruh dunia jam berapa pun.

Batas akhir pengerjaan adalah tanggal 20 mei 2008 jam 24.00 wib

25 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Bagian Pengajaran | | No Comments Yet

Reuni……

Ada yang tidak biasa di hari sabtu yang lalu. Tepatnya tanggal 12 april 2008. Di tengah penyelenggaraan Ulangan Tengah semester bagi kelas X dan XI beredar undangan reuni yang diselenggarakan oleh para alumni SMA Muhammadiyah 1 Weleri

Di undangan itu tertera nama salah seorang pejabat penting di kabupaten ini yang sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan reuni itu. Tidak tahu pasti reuni itu dirancang kapan dan alumnus mana saja yang diundang. Lha wong saya yang tercatat sebagai alumni saja tidak mendapat undangan resmi.

Para guru dan karyawan diundang untuk bersama-sama hadir pada pertemuan itu yang rencanaya juga akan dihadiri oleh alumni yang menjadi anggota dewan di tingkat propinsi.

Hmmm….., sejak awal ada yang mencium bahwa reuni itu bernuansa politis, namun di awal acara aroma itu belum juga terendus. Sampai pada saat setelah kepala sekolah menyampaikan pidatonya, aroma politis itu akhirnya tercium juga.

Salah seorang pejabat penting di kabupaten ini minta restu dan dukungan dari teman-teman alumni serta para guru dan karyawan untuk maju sebagai “kendal 1″. Saat dimintai konfirmasi tentang hal itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Weleri secara politis menjawab, siapapun kita dukung, apalagi alumni kita, namun biarlah nanti rakyat yang menilai dan memilih. Sekolah sebagai sebuah institusi jelas tidak akan terjebak pada politik praktis dukung mendukung. Apalagi pemilihan bupati masih lama.

14 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Berita Umum | | No Comments Yet

Aspek Moral Dalam Ujian Nasional

Oleh Pak Utomo Ka.bid Dikmen Disdikpora Kendal http://utomokdl.blogspot.com/2008/04/aspek-moral-dalam-ujian-nasional.html

Harus diakui bahwa menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional yang persyaratan lulusnya makin meningkat menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Siswa jelas khawatir jangan-jangan dia tidak lulus, pasti kena marah orang tua dan malu dihadapan teman. Orang tua khawatir anaknya tidak lulus, artinya sudah kehilangan sekian juta rupiah dan harga diri sebagai orang tua. Guru khawatir dianggap tidak profesional karena siswanya banyak yang tak lulus. Kepala sekolah pun tentu sangat khawatir karena bisa dianggap tidak bisa memimpin sekolahnya. Bahkan kepala Dinas dan Bupati/walikota sampai menteripun khawatir terhadap kelulusan ujian nasional.

Wajarkah ?
Sebenarnya kekhawatiran yang demikian sangatlah wajar, karena hal ini menunjukkan adanya rasa tanggungjawab. Yang menjadi persoalan adalah cara mensikapi kekhawatiran itu. Kekhawatiran yang disikapi secara positif akan melahirkan tindakan-tindakan positif, sebaliknya kekhawatiran yang disikapi negatif juga akan melahirkan tindakan negatif. Secara psikologis siswa yang khawatir berlebihan terhadap hasil ujian nasional malah bisa kontra produktif. Konsentrasi belajar bisa hilang, gugup menghadapi sesuatu dan bisa diprediksi kalau cara mensikapinya demikian kekhawatiran tidak lulus ujian itu malah akan terwujud benar-benar menjadi tidak lulus. Tindakan-tindakan negatifpun bisa terwujud akibat kekhawatiran yang berlebihan. Banyak kasus yang terungkap bahwa anak menyontek, mencari kunci jawaban ilegal, bahkan membayar joki ujian nasional adalah cara-cara nyata menghadapi ujian dengan kacamata yang negatif. Maksudnya baik dengan cara yang tidak baik.
Dampak negatif yang timbul akan menjadi lebih parah jika cara-cara negatif itu dilakukan oleh guru atau pejabat yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Beberapa kasus pada pelaksanaan ujian tahun-tahun lalu ditemukan kecurangan yang dilakukan oleh guru yang ternyta ada sebagian diantaranya dilakukan sepengetahuan bahkan atas perintah resmi kepala sekolah atau kepala dinas bahkan juga pada beberapa daerah oleh penguasa tertinggi daerah. Dengan alasan menjaga gengsi meningkatkan rata-rata nilai atau rata-rata jumlah kelulusan dan ranking daerah cara-cara haram itu dilakukan.
Dampak moral
Kebijakan yang salah dan cara yang salah mensikapi pelaksanaan ujian nasional dengan melonggarkan pengawasan, mengkondisikan anak untuk bekerja sama atau bahkan memberikan kunci jawaban tidak saja mencoreng pelaksanaan ujian itu sendiri. Lebih jauh jika kita kaitkan dengan tujuan pendidikan yang menekankan pada pembentukan moral dan peningkatan kemampuan peserta didik maka perilaku -perilaku kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional itu justru kontradiktif dengan tujuan pendidikan itu sendiri.
Artinya bahwa jika kecurangan itu sengaja dilakukan maka secara ekstrim dapat dikatakan bahwa secara sengaja kita mengarahkan anak didik kita untuk memiliki moralitas yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Jikapun hasil ujian itu rata-rata nilai maupun kelulusan atau peringkatnya bagus ditingkat propinsi atau nasional itu adalah prestasi semu.
Resikonya memang sudah dapat diprediksi, nilai rata-rata mungkin akan turun atau prosentase kelulusan akan menurun apalagi peringkat tentu tidak bisa dipertahankan. Namun demikian apalah artinya peringkat, dan angka-angka yang tinggi jika ternyata itu semua adalah semu bahkan meracuni anak dan melatih anak sejak dini untuk tidak jujur.
Sekarang tantangan kita adalah ;BERANIKAH KITA SEMUA MELIHAT KENYATAAN INI?

14 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Bagian Humas | | No Comments Yet

Bocoran Soal UN 2008 Itu… Akhirnya Bocor Juga

Tahun 2008, soal UN bocor lagi. Tahun 2007 dan tahun-tahun sebelumnya, seperti kita tahu dari media massa, soal UN bocor. Bukan hanya soal UN yang bocor tetapi kunci jawabannya. Seorang siswa sempat bingung mendapat sms yang isinya: AABBACDAE… Ternyata itu adalah kunci jawaban soal UN. Yang lebih menarik lagi, kunci jawaban itu tidak 100% benar. Ada sedikit kunci yang sengaja dibuat salah. Jadi bila seorang siswa mengikuti kunci itu, ia tidak akan memperoleh nilai UN 10 bulat tetapi 9 koma. Tahun 2008 tidak tampak perbedaannya.

Beberapa hari lalu saya bertemu dengan orang yang ahli menangani dokumen rahasia. Dia mengatakan bahwa pengamanan dokumen rahasia sangat mahal. Jika UN 2008 ingin lebih aman, tidak bocor, maka diperlukan biaya lima kali lipat dibanding dengan biaya cetak naskah UN sekarang ini. Sementara anggaran pendidikan kita kan terbatas. Akhirnya naskah UN 2008 akan dicetak seperti biasa, dengan anggaran seperti biasa, dengan titik-titik rawan kebocoran seperti biasa.

Tahun lalu fenomena blogging belum segencar sekarang. Saat ini blog dapat menyediakan informasi apa saja dengan penyedia sumbernya anonim (tidak dikenali). Jika terjadi kebocoran UN 2008 maka blog akan memperbesar dampak kebocoran itu. Toh, penulis blog dapat tetap bersembunyi di balik anonimitas. Belum lagi, sekarang banyak tersedia handphone canggih yang dapat mengakses internet. Lebih dahsyat lagi dampaknya.

Saya sendiri tidak setuju dengan bocoran curang. Saya menganjurkan agar para siswa dan guru mencari bocoran cerdik. Bahkan bocoran cerdik ini penting untuk sukses UN, SPMB, dan UMPTN 2008. Untuk mengenali bocoran cerdik atau curang silakan mengunjungi tulisan saya di http://apiqquantum.wordpress.com/2008/03/13/mendapatkan-bocoran-soal-un-2008-spmb-2008-umptn-2008-curang-atau-cerdik/

Saya usul agar pihak yang berwenang (Diknas?) membocorkan soal UN 2008 secara legal dan cerdik. Bocoran legal ini akan mengurangi peluang bocoran curang yang ilegal.

Bukankah bocoran adalah pembodohan? Benar, bila dilakukan secara bodoh.

Tetapi bocoran adalah inti pembelajaran atau pendidikan itu sendiri bila dilakukan dengan benar. Bukankah kita perlu “mencuri” rahasia sukses dari setiap orang yang sukses? Bukankah itu bocoran cerdik? Jepang dapat mengejar kemajuan Amerika dan Eropa dengan cara mencari (lebih tepatnya mencuri) bocoran dari mereka.

Bagaimana cara Diknas agar dapat membocorkan UN 2008 secara cerdik dan legal?

Sampai batas tertentu, Diknas telah membocorkan UN 2008 dengan menyediakan download kisi-kisi dan contoh soal UN. Menurut saya, ini positif. Saya setuju. Diknas perlu melangkah lebih jauh lagi. Bocorkan sekalian soal UN 2008 yang aslinya!?

Misalnya, untuk matematika IPA SMA terdiri dari 40 soal. Bocorkan soal sebanyak 10 kali dari soal itu. Bocorkan 400 soal matematika IPA SMA. Dari 400 soal ini akan dikeluarkan dalam UN 2008, 20 soal sama persis dan 20 soal lagi sedikit bervariasi angkanya.

Siswa akan mati-matian mempelajari 400 soal ini beserta variasinya. Mereka akan belajar sungguh-sungguh. Inilah salah satu bocoran cerdik. Dalam bocoran soal itu tidak perlu dicantumkan opsi pilihan jawaban A, B, C, D, atau E. Sehingga siswa dan guru akan kreatif mencari solusinya sendiri. Mereka juga tidak dapat menghafal kunci jawaban. Satuan atau bentuk akhir jawaban tetap dirahasiakan. Misalnya, jawaban bisa berupa 25% atau ¼ atau 0,25 atau 1:4 atau variasi yang lain. Tampaknya akan menjadi sangat seru!

Bagaimana pendapat Anda?

Salam hangat…
(agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

14 April 2008 Ditulis oleh msigidhrd | Bagian Pengajaran | | No Comments Yet